Kasi Intelijen Kejari Kota Kediri: Inovasi Jaksa Masuk Pesantren, Ponpes Walibarokah Jadi Pilot Project

  • Whatsapp
Ponpes Walibarokah
Ketua Pondok Pesantren Walibarokah H Sunarto MSi (kiri) bersama Kajari Kota Kediri Sofyan Selle SH MH (kanan)

KEDIRI, DAERAHTERKINI.com – Jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kediri bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Walibarokah Kota Kediri, Rabu (2/12/2020). Kedatangan rombongan disambut Ketua Pondok Pesantren Walibarokah H Sunarto MSi di Wisma Tentram Pondok Pesantren Walibarokah. Rombongan terdiri dari Kepala Kejaksanaan Negeri (Kajari) Sofyan Selle SH MH, Kasi Intelijen Zalmianto Agung S SH MH, Kasi Pidsus Nur Ngali SH MH, Kasi Datun Suratman SH MH, Kasi Pidum Hary Yohanes SH MH, Kasi BB dan BR Arif Suryono SH.

Kunjungannya tersebut dalam rangka bersilaturahmi dengan para kyai dan ulama Pondok Pesantren (Ponpes) Walibarokah. “Kami datang untuk bersilaturahmi dalam rangka mempererat sinergi antara ulama dan umaro. Sehingga keberadaan Kejari Kota Kediri dengan Ponpes Walibarokah dapat bermanfaat untuk Kota Kediri,” kata Sofyan Selle.

Bacaan Lainnya

Sofyan Selle berpesan kepada para dari agar saat terjun ke masyarakat supaya berakhlakul karimah, dapat memberi manfaat dan contoh yang baik kepada masyarakat. Ia juga berterima kasih kepada Ponpes Walibarokah yang terus menjaga protokol kesehatan dan menyatakan siap untuk memberikan pembekalan kepada santri Walibarokah.

Sementara itu, Kasi Intelijen Zalmianto Agung Saputro SH MH juga menyampaikan bahwa kejaksaan memiliki program jaksa masuk sekolah. “Ke depan ada inovasi jaksa masuk pesantren dan mungkin Ponpes Walibarokah menjadi pilot project dan bisa memfasilitasinya,” ucap Zalmianto.

Ponpes Walibarokah dan Kejari Kota Kediri
Ponpes Walibarokah
Silaturahmi Kejari Kota Kediri ke Pondok Pesantren Walibarokah Kediri, Rabu (2/12/2020)

Mengawali pertemuannya, H Sunarto Msi memperkenalkan beberapa pengurus Ponpes Walibarokah. Kepada jajaran Kejari ia menyampaikan bahwa sebenarnya hubungan antara Kejari dan Ponpes Walibarokah telah terjalin dengan baik, baik secara individu maupun kelembagaan. “Terbukti saat sebelum Pandemi Covid-19 Kejari Kota Kediri pernah memberikan pembekalan terhadap santri Walibarokah,” kata Sunarto.

“Alhamdulillah tahun lalu antusiasme peserta terlihat sangat luar bisa. Sebenarnya awal 2020 akan mengagendakan kembali tetapi tertunda karena pandemi Covid-19. Saat ini kita sedang memikirkan pembekalan tersebut akan di agendakan secara virtual,” sambung Sunarto.

Sunarto juga menyampaikan bahwa saat pandemi, pengajian dilakukan secara daring dan tatap muka. Selain itu, pendidikan di Ponpes Walibarokah menekankan karakter luhur sebagaimana karakter yang di launching oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) pada website pondokkarakter.com.

“Tujuannya agar alumni ponpes menjadi warga negara yang baik,” kata Sunarto. Guna mengikuti perkembangan zaman, santri mendapatkan tambahan mata pelajaran seperti manajemen ekonomi, bela Negara serta wawasan kebangsaan menjadi materi yang wajib di ikuti oleh para santri.

“Saya berharap agar kejaksaan kembali memberi pembekalan kepada para santri agar mereka menjadi warga negara yang taat hukum,” pungkasnya.

Menurut Agung Riyanto SSi, Ketua DPD LDII Kota Kediri bahwa hubungan yang baik antara Kejari, Ponpes Walibarokah dan LDII, merupakan sinergi yang sangat bermanfaat bagi masyarakat dan warga LDII.

“Agenda pengenalan prodak hukum di Ponpes Walibarokah nanti di harapkan warga LDII dapat memahami hukum di Negara kita dan bisa memberi manfaat bagi warga masyarakat serta warga LDII. Selain itu Kajari juga meminta agar ustaz LDII untuk menyampaikan hukum-hukum yang terdapat dalam Alquran dan Alhadis,” kata Agung Riyanto.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *